Barbie Jane Goodall Diluncurkan, Bagian dari Barbie Seri 'Inspiring Women'
JANE GOODALL, ahli primata Inggris, memiliki boneka simpanse ketika kanak-kanak. Ia menamai boneka itu Jubilee dan membawanya ke mana pun ia pergi.
Kecintaannya kepada Jubilee memberi Jane mimpi untuk merawat hewan-hewan sungguhan.
Pada umur 26, Jane Goodall pergi ke Taman Nasional Gombe, Tanzania, untuk mewujudkan mimpinya, melakukan apa yang ia ingin lakukan. Jane mengamati simpanse di alam bebas dan mempelajari banyak hal tentang primata itu.
Kini ia berusia 88 tahun. Enam puluh tahun lebih Jane, sebagai saintis, telah menjadi juru bicara tentang simpanse dan terus-menerus mendorong kepedulian orang terhadap lingkungan.
Sebagai penghargaan atas jerih payahnya, perusahaan boneka Mattel memperkenalkan boneka Barbie Jane Goodall, Kamis, 14 Juli 2022. Boneka ini merupakan bagian dari Barbie "The Inspiring Women Series".
Barbie Goodall ini mengenakan kemeja khaki dan celana pendek, dengan buku di tangan dan teropong bergantung di lehernya, dan David Greybeard di sampingnya. David adalah simpanse pertama yang mempercayai Jane saat ia baru datang ke Tanzania.
"Sudah lama saya membayangkan boneka seperti ini. Saya pernah melihat gadis-gadis kecil bermain boneka Barbie, semua boneka itu sangat feminin. Saya pikir mereka memerlukan beberapa pilihan," kata Jane kepada Reuters.
Sekarang Mattel telah memperluas jajaran bonekanya. Ada Barbie astronot, dokter, dan saintis.
"Anak-anak belajar tentang saya di sekolah. Mungkin mereka akan senang memiliki boneka Barbie Jane Goodall," kata Jane.
Jane Goodall lahir di London, Inggris, 3 April 1934. Ia orang pertama yang mempelajari simpanse di alam bebas. Dari hasil studinya kita menjadi tahu bahwa simpanse bisa membuat dan menggunakan alat, memiliki perasaan atau emosi, dan makan daging. Sebelumnya orang menyangka simpanse hanya makan buah dan dedaunan.
Lulus SMA pada 1952, Jane tidak pernah melanjutkan kuliah. Ia harus bekerja apa saja untuk mendapatkan uang. Pada 1956, seorang teman mengundangnya ke Afrika. Keluarga temannya ini memiliki peternakan di Kenya. Jane senang sekali. "Ke Afrika!" katanya.
Di Afrika Jane bertemu Dr. Louis Leakey. Ia membantu Dr. Leakey menggali fosil. Beberapa waktu kemudian, ilmuwan itu memberinya pekerjaan baru, yaitu meneliti simpanse di Tanzania.
Pada 1960, Jane berangkat ke Taman Nasional Gombe, Tanzania, dan semua primata ketakutan melihatnya dan mereka berlari menjauhinya. Ia harus sangat sabar melakukan pendekatan agar mereka bisa mempercayainya.
Baru empat bulan kemudian ada satu simpanse yang berani mendekatinya: David Greybeard. Setelah David berani mendekatinya, simpanse-simpanse lain segera menaruh kepercayaan kepada Jane.
Jane belajar banyak hal tentang simpanse. Ia mencatat bahwa para simpanse mematahkan ranting, membersihkan daun-daunnya, dan menggunakan ranting itu sebagai alat. Seperti manusia, mereka bisa jahat dan bisa ganas, tetapi lebih sering mereka baik hati dan penyayang.
Jane menyadari bahwa simpanse memerlukan perlindungan. Pada 1977, dia memulai membangun Institut Jane Goodall. Dengan lembaga itu, ia ingin melindungi semua makhluk hidup dan mengajarkan kepada orang-orang bagaimana menjadikan dunia ini tempat tinggal yang lebih baik bagi semua makhluk hidup.
"Saya melihat kita sedang berada di mulut terowongan yang sangat panjang dan sangat gelap dengan kerlip bintang kecil di ujung sana. Tidak bisa kita hanya duduk di mulut terowongan dan berkata, 'Oh, saya harap bintang itu mendatangi kita.' Harapan adalah apa yang kita lakukan," kata Goodall.
Pihak Mattel, selain meluncurkan boneka Barbie Goodall bersama David Greybeard, mengatakan akan bermitra juga dengan Jane Goodall Institute untuk membantu mengajar anak-anak tentang kepedulian terhadap lingkungan.[*]
/cloudfront-us-east-2.images.arcpublishing.com/reuters/BTPW7LQ5AFPABFHMNHY37TFOQA.jpg)
/cloudfront-us-east-2.images.arcpublishing.com/reuters/OSVVFZIWFJIH3G4YFFRNEUU5N4.jpg)
/cloudfront-us-east-2.images.arcpublishing.com/reuters/GSTWVGFKSBO2ZESJF75H6V3DJM.jpg)
Comments
Post a Comment