Unclaimed Baggage Center, menjual bagasi-bagasi yang tertinggal di bandara

  • Lima ribu item baru setiap hari. 
  • Dari ular derik, topeng Mesir kuno, hingga kamera ruang angkasa. 
  • Satu-satunya toko di Amerika yang menjual barang-barang hilang. 
  • Beroperasi sejak 1970. 


PERNAH membayangkan ke mana larinya bagasi yang tertinggal di bandara dan tidak pernah bertemu lagi dengan pemiliknya?

Di Amerika ada satu toko besar bernama Unclaimed Baggage Center (UBC), berlokasi di Scottsboro, sebuah kota kecil tepi danau di negara bagian Alabama, yang seluruh koleksinya adalah barang-barang hilang. Ia satu-satunya di Amerika, dan mungkin satu-satunya di dunia. Mula-mula toko ini hanya menjual barang-barang dari bagasi yang tertinggal di bandara, kemudian juga bagasi-bagasi yang hilang di stasiun kereta api dan terminal bus.

Tahun ini UBC memasuki usia 52, ia berdiri pada 1970, dan sepanjang usianya ia telah membuat orang-orang terperangah dan gembira melalui koleksi barang-barang uniknya dan harga lebih murah untuk barang-barang apa saja.

Keunikan barang-barang di tempat ini tentu saja sejalan dengan keunikan watak tiap-tiap manusia pemilik bagasi yang hilang. Anda bisa menemukan di toko ini kodok yang dikeringkan, kulit ular boa, topeng Mesir kuno, sendok kayu primitif, atau celana petinju bergambar poster film 1950-an.

"Orang-orang mengemas apa saja yang bisa mereka masukkan ke dalam tas atau koper mereka," kata Brenda Cantrell, manajer pemasaran UBC. "Kami pernah menemukan ular derik di dalam salah satu tas."

Tentu ular tersebut tidak mereka jual.

Pada kesempatan lain, mereka menemukan kamera pesawat ulang-alik, kamera digital generasi awal yang diproduksi oleh Nikon untuk para astronot. "Itu kamera bersejarah, kami mengembalikannya ke NASA," kata Brenda.

Salah satu koleksi terbaik mereka adalah boneka Hoggle dari film fantasi Labyrinth (1986). Film itu dibintangi oleh penyanyi rock David Bowie, berperan sebagai raja goblin, dan diproduksi dan disutradarai oleh Jim Henson, pencipta Muppet Show.

Boneka Hoggle yang datang ke gudang UBC adalah yang digunakan untuk syuting film tersebut. Ia datang dalam keadaan berantakan dan pihak toko membayar ahli boneka untuk merestorasinya. Boneka itulah yang akan menyambut anda begitu anda memasuki toko.

Hoggle, karakter dalam film Labyrinth. Foto: Joe Culhaj, dari www.travelawaits.com/

Menurut Brenda, yang ada di toko mereka sebetulnya hanya sebagian kecil saja dari semua bagasi yang tertinggal di bandara. Mungkin hanya satu persen.

Biasanya barang-barang bawaan yang tertinggal itu akan disimpan beberapa hari di bandara untuk menunggu pemiliknya datang mengambil. Barang-barang yang tidak diambil kemudian dipindahkan ke gudang maskapai masing-masing, dan biasanya akan bertahan di sana sampai enam bulan.

Jika sampai enam bulan bagasi itu tetap tidak ada yang mengklaim atau pihak maskapai gagal menemukan pemiliknya, barang-barang itu akan berpindah ke UBC dan anda bisa membelinya dengan harga lebih murah. Hanya satu persen yang berakhir di UBC, menurut Brenda, dan dengan satu persen itu setiap hari koleksi toko tersebut bertambah dengan lima ribu item baru.

Karena barang-barang di tokonya harus bersih dan rapi, UBC memiliki usaha lain, yaitu dry cleaning, dan itu yang terbesar di Alabama. Untuk barang-barang elektronik seperti laptop dan iPad, UBC mengosongkan semua data sehingga informasi pribadi pemilik asli tidak jatuh ke tangan pemilik baru.

Karena pandemi Covid-19, UBC yang semula hanya melayani jual beli tradisional, artinya anda harus datang ke Scottsboro untuk berbelanja, akhirnya membuka toko online sejak 17 Juni 2020. [*]

Comments

Popular posts from this blog

Tiga Cerita Hantu: Surat buat Nararya Narajati

Sains di balik storytelling

Mengenal Jyoti Amge, pemeran Ma Petite, perempuan terkecil di dunia versi Guinness