Graham Crackers, biskuit pencegah masturbasi

  • Pendeta Graham memperkenalkan pola makan sesuai kehendak Tuhan. 
  • Biskuitnya dibuat untuk meredam hasrat seksual. 
  • Graham meyakini bahwa masturbasi menyebabkan kegilaan dan kebutaan. 


SYLVESTER GRAHAM, seorang pendeta Presbiterian, memandang bahwa dunia ini perlu diselamatkan dan anak-anak muda harus dibebaskan dari momok yang paling menakutkan: masturbasi.

Ia meyakini bahwa dorongan seksual harus ditekan, atau bahkan disingkirkan, agar para remaja tidak terjerumus ke dalam tindakan "penyalahgunaan diri (self-abuse)"--eufimisme untuk tindakan masturbasi. Karena itu, sesuatu harus dilakukan.

Dan Graham melakukannya. Melalui kombinasi pseudo-sains dan iman, ia menyimpulkan bahwa pola makan vegetarian, yang terdiri dari buah-buahan, sayuran, dan tepung hambar, ditambah susu secukupnya, akan meredam dorongan seksual dan, dengan demikian, menjauhkan para remaja dari masturbasi, suatu perbuatan yang menurut Graham akan menyebabkan kegilaan dan kebutaan.

Selama dua dekade terakhir hidupnya--Graham meninggal pada 11 September 1851 di usia 57--ia giat berkhotbah tentang pola makan ini, pola makan yang sesuai kehendak Tuhan.

Dan Graham tidak hanya berkhotbah. Ia juga memproduksi cracker dengan bahan tepung kasar yang tidak dikelantang, dicampur dedak dan bibit gandum. Orang-orang menyebut makanan ini Graham Crackers, makanan ringan peredam hasrat seksual. Rasanya hambar.

Itu sejarah kelahiran Graham Crackers pada awal abad ke-19 di Amerika.

Sampai sekarang biskuit itu masih ada di pasaran dan menjadi makanan ringan yang populer di negeri asalnya. Tetapi Graham Crackers versi sekarang adalah biskuit yang dimaniskan dengan taburan gula atau madu dan kayu manis. [*]

Comments

Popular posts from this blog

Tiga Cerita Hantu: Surat buat Nararya Narajati

Sains di balik storytelling

Mengenal Jyoti Amge, pemeran Ma Petite, perempuan terkecil di dunia versi Guinness