Cornel Hrisca-Munn: dari panti asuhan ke Oxford, drummer tanpa tangan


CORNEL HRISCA-MUNN lahir tanpa dua lengan bawah dan dengan kaki kanan yang tidak sempurna, yang kemudian segera diamputasi. Ia menggebuk drum dan memainkan bas dengan keterampilan tinggi; ia berenang 1.000 meter untuk mengumpulkan dana amal bagi korban perang.

Tak lama setelah Cornel dilahirkan, Desember 1991, pihak rumah sakit mengambil si bayi dari kedua orang tuanya, sebab kondisinya sangat mengkhawatirkan, dan menyerahkannya ke panti asuhan di Suceava, Rumania--dengan keyakinan bahwa bayi itu tidak akan berumur panjang.

Namun Doreen dan Ken Munn, dua pekerja kemanusiaan dari Inggris, menolak semua prediksi medis yang mengatakan bahwa si bayi tidak akan hidup lama. Mereka memutuskan mengasuh bayi itu dan membawanya pulang ke Worcestershire, Inggris, dan mengupayakan perawatan medis sebaik-baiknya, termasuk amputasi terhadap kaki kanan si bayi.

Doreen dan Ken Munn secara resmi mengadopsinya pada 1994, setelah mendapatkan persetujuan penuh dari kedua orang tua kandung si bocah di Rumania.

Dengan orang tua baru yang sangat menyayanginya, Cornel tumbuh sehat. Ketika umurnya 4 tahun, ia mendapatkan dua lengan palsu, tetapi Cornel merasa sangat tersiksa. "Lengan palsu itu rasanya terlalu berat dan membuat hidup saya lebih sulit," katanya, mengenang saat ia dibawa ke klinik untuk mendapatkan lengan palsu itu. "Saya pikir saya akan baik-baik saja dengan kondisi saya. Saya bisa menulis, menggambar, bermain drum, dan apa saja. Jadi, saya tidak memerlukan lengan palsu."

Doreen dan Ken Munn

Cornell berkembang pesat di sekolah umum. Dia belajar menggunakan alat tulis sebagaimana teman-teman sekelasnya dan menulis secepat anak-anak lain melakukannya. Gairahnya terhadap sekolah ini terus berlanjut hingga jenjang pendidikan tinggi. Ia kuliah filsafat dan teologi di Oxford.

"Ia terus-menerus membuat saya takjub. Ia melakukan apa saja dengan antusias dan dengan hasil yang luar biasa," kata Doreen, ibu angkatnya, 80 tahun saat ini dan 52 saat mengadopsi Cornel.
Saat perang Irak, Cornel tersentuh oleh berita tentang Ali Abbas, penduduk Baghdad yang terluka parah dan kehilangan kedua tangan setelah serangan rudal malam hari. Ia tahu betul rasanya kehilangan dua tangan. 

Maka, ia memutuskan membantu Ali. Ia berenang 1.000 meter dalam waktu 45 menit, mengumpulkan 4.050 poundsterling dan menyumbangkannya kepada Limbless Association Ali Fund.

Saat ini, Cornel menekuni musik. Ia memainkan bas dan menabuh drum dengan keterampilan tinggi.***

Comments

Popular posts from this blog

Tiga Cerita Hantu: Surat buat Nararya Narajati

Sains di balik storytelling

Mengenal Jyoti Amge, pemeran Ma Petite, perempuan terkecil di dunia versi Guinness