Bermula dari toko kelontong, jaringan Indomaret kini memiliki 19.891 gerai

gerai pertama indomaret

BERDIRI di sepetak lahan kecil yang belum dirapikan, membelakangi hamparan semak-semak hijau, bangunan dengan jendela berterali ini menyerupai toko kelontong kecil milik warga kampung atau warung koperasi unit desa di daerah pinggiran. Di teras depannya sebentang spanduk menyerukan pengumuman: “Kejutan...!! Dibuka mulai tgl 20 Juni 1988. Toko INDOMART.”

Inilah gerai pertama Indomaret, sebuah toko sederhana milik salah satu orang terkaya Indonesia, Anthoni Salim, putra mendiang Liem Sioe Liong. Dalam daftar orang-orang kaya Indonesia versi majalah Forbes 2021, pria kelahiran Kudus, 25 Oktober 1949, ini menempati urutan ketiga dengan total kekayaan 8,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp125 triliun.

Anthoni mewarisi Salim Group, sebuah konglomerasi raksasa yang dibangun oleh Liem Sioe Liong. Grup ini berjaya pada masa pemerintahan Orde Baru dan jatuh ketika terjadi krisis moneter 1998. Salim kehilangan beberapa perusahaannya dalam krisis itu, salah satunya adalah BCA yang beralih ke tangan Hartono Bersaudara dari Djarum.

Tetapi raksasa ini tidak pernah mati, ia hanya pingsan sejenak dan kemudian bangkit lagi. Krisis berlalu dan Anthoni membangun kembali bisnisnya. Ia berinvestasi di bidang makanan, ritel, telekomunikasi, energi, dan kembali lagi ke bisnis perbankan melalui pemilikan saham di sejumlah bank. Selain itu, ia juga merambah waralaba restoran cepat saji KFC, jaringan minimarket Indomaret, Sari Roti, Bogasari, hingga perkebunan kelapa sawit.

Indomaret, yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama, anak perusahaan Salim Group, berkembang pesat. Gerai pertama yang kehadirannya tidak mencolok kini telah beranak pinak dan, per Maret 2022, jaringan ritel waralaba ini sudah memiliki 19.891 gerai di seluruh Indonesia.[*]

Comments

Popular posts from this blog

Tiga Cerita Hantu: Surat buat Nararya Narajati

Sains di balik storytelling

Mengenal Jyoti Amge, pemeran Ma Petite, perempuan terkecil di dunia versi Guinness